Friday, December 16th, 2005
hujan seperti ini bikin ingat kembali peristiwa yang lewat bertahun kebelakang.
ingat kota kecilku yang menganggap kemarau sudah panjang jika sebulan tak hujan.hampir setiap hari hujan selalu turun.tapi tak seperti disini, hujan disana tak pernah lama.dan datang seperti tak memberi tanda.kata seorang kawan hujan disini memberi tanda dengan menggelapkan langit agak lama sehingga kita masih bisa merokok dengan santai tanpa harus buru-buru takut kehujanan di jalan.disana langit gelap secepat gerak ikan arwana melahap daging didepannya.hujan turun begitu tiba-tiba, dengan angin kencang yang berputar-putar mengejek batang kelapa yang diam dan tak pernah marah.hujan disana begitu riuh dan mencemaskan.tapi selalu ada kedamaian memandang air jatuh menyentuh tanah berpasir.tanah selalu penuh pengertian.selalu menerima hujan tanpa bertanya.
hujan yang lain mengingatkanku kepada terpaan badai ketika berusaha menggapai puncak gunung.tertahan ditempat dengan air hujan yang sudah berubah menjadi butiran es.hujan seperti tak ingin meredakan kemurkaannya kepada kami.lima hari kami menerima amarah.lima hari kami percaya,amarah tak pernah selamanya.
dan dua hari yang lalu aku berdiri ditengahnya tanpa berusaha melindungi diri dengan apapun.hujan begitu indah dan menyenangkan padahal udara malam sudah cukup menggigilkan.hujan menghangatkanku.
hujan membalas rinduku.