Monday, March 13th, 2006
aku akan bercerita tentang perjalanan kemarin.
sabtu kemarin kami pergi beramai-ramai ke Teluk Penyu, Cilacap. ikut lomba dayung perahu naga. tidak untuk menang, tapi untuk bersenang-senang. kenapa? karena kami tidak pernah benar-benar latihan mendayung untuk lomba ini. tim yang berangkat ada dua. satu tim dari Mapagama, satu dari tim Dayung UGM (biar namanya tim Dayung Ugm tapi tidak ada samasekali atlet dayungnya karena isinya anak Fotografi, Teater, Seni Rupa, Sepakbola, Mapagama, Menwa, Selam, dan P3K).
disana tim kami adalah tim paling ngelawak dibanding yang lain (dan tentu saja tim yang pendayungnya berotot pas-pasan). perbedaannya nyata sekali. tim lain penuh berisi pria-pria L-Men, badan kekar dan sexy abis. lihat saja, ada Marinir, akademi Angkatan Laut, Lanal, Atlet Dayung (sing tenanan), juga nelayan-nelayan yang kokoh diterpa badai. ketika atlet tim lain tidur, tim Dayung UGM malah asik bermain sam gong. tim Mapa lain lagi, bolak-balik keluar kamar sambil berkali-kali membakar rokok karena, sumpah, cuacanya benar-benar tidak nyaman alias panas sekali. pagi hari ketika tim lain sibuk pemanasan dengan jogging disekitap penginapan, dua tim kebanggaan jogja dan ugm malah tidur dengan nikmatnya.
lain lagi ketika di arena lomba. dua tenda yang disiapkan buat peserta terlihat begitu kontrasnya. tenda pertama diisi anak-anak AAL yang macho-macho dan serius mendengar briefing dari pelatihnya, tenda sebelahnya diisi anak-anak jogja yang kurus-kurus dan juga serius mendengar lagu dangdut yang dinyanyikan cewek-cewek sexy di panggung.tenda sebelah pemanasan, tenda jogja asik tura-tura udad-udud, jalan-jalan, motret-motret, beli jajanan, beli kacamata cebanan, turis abis dah.
akhirnya pas lomba tiba, tim jogja yang kelihatan santai tapi sebenarnya serius sekali menunjukkan mukanya yang asli. mau lawan marinir kek, mau lawan atlet dayung kek, mau lawan taruna, nelayan, gak takut. biar kata perahu meliuk-liuk, biar kata banyak yang ga bisa renang (dan berdoa semoga perahu tidak terbalik), biar kata baru sekali-kalinya naik perahu naga, kita tetap melaju. akhirnya ternyata gak disangka-sangka. tim dayung terlambat pertama, tim mapa terlambat kedua. memang gak disangka, karena kita nyangkanya tim kita bakal paling cepat (biar gak mampu yang penting narsis).
begitulah,
kita emang top abis. buktinya biar kalah tetap disemangati cewek-cewek cilacap (bikin iri anak-anak AAL). biar kalah tetap disalamin anak-anak kecil (karena takjub tim kita ada bulenya), biar kalah tetap datang ke tenda panitia ngambil jatah makan lanal jogja yang udah pulang duluan (lumayan dapat nasi double). jadi biar kata pegel dari kepala sampai kaki (pegel kepala karena sandaran kursi bis ekonomi yang samasekali tidak nyaman, pegel badan dan pinggang karena dayung, dan pegel kaki karena kebayakan jalan) kita tetap semangat dan ceria. dan berjanji akan ikut lomba tahun depan. amin