tribute to adya arsita

apakah romantis itu?
apakah kesedihan itu?
apakah melankolis itu?
apakah apakah apakah?
apakah mereka?
absurditas, kau menang lagi.
(dan aku membuat film satu setengah menit tentang hujan dan kesepian dengan handycam pinjaman dan kemampuan edit pas-pasan,
membuatku merasa romantis, sedih, dan (seperti banyak anak muda sekarang bilang) mellow..ups, tp menurut dosen bahasa inggrisku yang manis itu mellow bukanlah kata yang tepat untuk mewakili kata melankolis . jadi kembali sajalah kita ke kata melankolis…)

3 Responses to “tribute to adya arsita”

  1. nUtznitznOtz Says:

    tapi mellow juga kedengeran lebih indah,,
    ga peduli yg bener mana,its just a word..
    *tapi pasti commentku ini bagian yg terlalu ga penting dari tributemu..**

    adya arsita?
    salam kenal:)

  2. agus Says:

    wow…nita?
    nita ya? nita kan? pasti nita?
    wow nita, apa kabar..?

  3. agus Says:

    ternyata bukan nita…
    sori ya mbak…
    kirain nita temen smaku..
    suka caramello juga ya?
    sudah baca pangeran kecil?
    buku bagus..

Leave a Reply